Perbedaan Roam dan Towns: Roam diperdagangkan di Rp216,14 (kapitalisasi pasar Rp77,6M, volume 24 jam Rp18,45M), sedangkan Towns diperdagangkan di Rp39,11 (kapitalisasi pasar Rp133,06M, volume 24 jam Rp50,06M). Perbedaan utamanya: Towns lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Roam dibatasi (359,4M / 1B ROAM (36%)), sedangkan Towns terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Roam selama 6 Hari dan Towns selama 28 Hari.
| ROAM | TOWNS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp77,6M | Rp133,06M |
Volume (24h) | Rp18,45M | Rp50,06M |
Suplai yang Beredar | 359,4M / 1B ROAM (36%) | 3,4B TOWNS |
Typical Hold Time | 6 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Roam adalah jaringan nirkabel terdesentralisasi terbesar di dunia. Proyek ini berfokus membangun jaringan nirkabel global dengan akses terbuka yang menyediakan koneksi otomatis, memungkinkan perpindahan mulus antar jaringan, serta menjamin konektivitas aman bagi individu, perangkat pintar, dan agen AI. Dengan memanfaatkan infrastruktur kredensial berbasis blockchain, Roam telah mendorong adopsi luas WiFi OpenRoaming, menghadirkan layanan eSIM pintar global, dan menciptakan lapisan data terlindungi privasi untuk aplikasi AI.
Selengkapnya di halaman ROAM →Towns Protocol adalah infrastruktur komunikasi yang dirancang untuk mendukung aplikasi pesan real-time. Protokol ini terdiri dari blockchain Layer 2 yang kompatibel dengan EVM, node stream terdesentralisasi untuk pengiriman pesan, dan smart contract di Base, salah satu Layer 2 Ethereum. Towns memungkinkan terciptanya grup percakapan terprogram yang disebut Spaces, dengan dukungan enkripsi pesan, keanggotaan on-chain, staking, dan monetisasi lewat smart contract. Dengan ini, pengguna dapat membangun platform komunikasi tanpa perantara terpusat.
Selengkapnya di halaman TOWNS →