Perbedaan Roam dan Slash Vision Labs: Roam diperdagangkan di Rp215,95 (kapitalisasi pasar Rp78,19M, volume 24 jam Rp18,52M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp59,5 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp2,33M). Perbedaan utamanya: suplai Roam dibatasi (359,4M / 1B ROAM (36%)), sedangkan Slash Vision Labs terus bertambah, dan Roam lebih aktif diperdagangkan (Rp18,52M vs Rp2,33M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Roam selama 6 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| ROAM | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp78,19M | -- |
Volume (24h) | Rp18,52M | Rp2,33M |
Suplai yang Beredar | 359,4M / 1B ROAM (36%) | -- |
Typical Hold Time | 6 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Roam adalah jaringan nirkabel terdesentralisasi terbesar di dunia. Proyek ini berfokus membangun jaringan nirkabel global dengan akses terbuka yang menyediakan koneksi otomatis, memungkinkan perpindahan mulus antar jaringan, serta menjamin konektivitas aman bagi individu, perangkat pintar, dan agen AI. Dengan memanfaatkan infrastruktur kredensial berbasis blockchain, Roam telah mendorong adopsi luas WiFi OpenRoaming, menghadirkan layanan eSIM pintar global, dan menciptakan lapisan data terlindungi privasi untuk aplikasi AI.
Selengkapnya di halaman ROAM →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →