Perbedaan Roam dan Spark: Roam diperdagangkan di Rp187,84 (kapitalisasi pasar Rp60,09M, volume 24 jam Rp37,5M), sedangkan Spark diperdagangkan di Rp314,13 (kapitalisasi pasar Rp941,27M, volume 24 jam Rp224,55M). Perbedaan utamanya: Spark jauh lebih besar — sekitar 15,7× kapitalisasi pasar Roam, dan suplai beredar Roam 355,9M / 1B ROAM (36%) dibanding 3B / 10B SPK (30%) milik Spark. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Roam selama 6 Hari dan Spark selama 11 Hari.
| ROAM | SPK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp60,09M | Rp941,27M |
Volume (24h) | Rp37,5M | Rp224,55M |
Suplai yang Beredar | 355,9M / 1B ROAM (36%) | 3B / 10B SPK (30%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Roam adalah jaringan nirkabel terdesentralisasi terbesar di dunia. Proyek ini berfokus membangun jaringan nirkabel global dengan akses terbuka yang menyediakan koneksi otomatis, memungkinkan perpindahan mulus antar jaringan, serta menjamin konektivitas aman bagi individu, perangkat pintar, dan agen AI. Dengan memanfaatkan infrastruktur kredensial berbasis blockchain, Roam telah mendorong adopsi luas WiFi OpenRoaming, menghadirkan layanan eSIM pintar global, dan menciptakan lapisan data terlindungi privasi untuk aplikasi AI.
Selengkapnya di halaman ROAM →Spark adalah alokator modal on-chain dengan $3,86 miliar yang dikerahkan di DeFi, CeFi, dan aset dunia nyata (RWA). Spark meningkatkan efisiensi modal secara skala besar dengan menyeimbangkan alokasi secara otomatis sesuai kondisi pasar, sambil menjaga profil risiko konservatif. Proyek ini mengatasi inefisiensi DeFi seperti likuiditas terfragmentasi, imbal hasil tidak stabil, dan stablecoin yang menganggur, serta menyediakan likuiditas dalam, konsisten, dan pendapatan bebas biaya melalui produk seperti sUSDS dan sUSDC.
Selengkapnya di halaman SPK →