Perbedaan Roam dan MyShell: Roam diperdagangkan di Rp182,58 (kapitalisasi pasar Rp65,39M, volume 24 jam Rp14,1M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp357,25 (kapitalisasi pasar Rp144,5M, volume 24 jam Rp81,59M). Perbedaan utamanya: MyShell jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Roam, dan suplai beredar Roam 359,3M / 1B ROAM (36%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Roam selama 6 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| ROAM | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,39M | Rp144,5M |
Volume (24h) | Rp14,1M | Rp81,59M |
Suplai yang Beredar | 359,3M / 1B ROAM (36%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Roam adalah jaringan nirkabel terdesentralisasi terbesar di dunia. Proyek ini berfokus membangun jaringan nirkabel global dengan akses terbuka yang menyediakan koneksi otomatis, memungkinkan perpindahan mulus antar jaringan, serta menjamin konektivitas aman bagi individu, perangkat pintar, dan agen AI. Dengan memanfaatkan infrastruktur kredensial berbasis blockchain, Roam telah mendorong adopsi luas WiFi OpenRoaming, menghadirkan layanan eSIM pintar global, dan menciptakan lapisan data terlindungi privasi untuk aplikasi AI.
Selengkapnya di halaman ROAM →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →