Perbedaan Roam dan Saga: Roam diperdagangkan di Rp215,9 (kapitalisasi pasar Rp77,6M, volume 24 jam Rp18,45M), sedangkan Saga diperdagangkan di Rp227,72 (kapitalisasi pasar Rp94,89M, volume 24 jam Rp154,42M). Perbedaan utamanya: Saga lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Roam dibatasi (359,4M / 1B ROAM (36%)), sedangkan Saga terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Roam selama 6 Hari dan Saga selama 40 Hari.
| ROAM | SAGA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp77,6M | Rp94,89M |
Volume (24h) | Rp18,45M | Rp154,42M |
Suplai yang Beredar | 359,4M / 1B ROAM (36%) | 416,5M SAGA |
Typical Hold Time | 6 Hari | 40 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Roam adalah jaringan nirkabel terdesentralisasi terbesar di dunia. Proyek ini berfokus membangun jaringan nirkabel global dengan akses terbuka yang menyediakan koneksi otomatis, memungkinkan perpindahan mulus antar jaringan, serta menjamin konektivitas aman bagi individu, perangkat pintar, dan agen AI. Dengan memanfaatkan infrastruktur kredensial berbasis blockchain, Roam telah mendorong adopsi luas WiFi OpenRoaming, menghadirkan layanan eSIM pintar global, dan menciptakan lapisan data terlindungi privasi untuk aplikasi AI.
Selengkapnya di halaman ROAM →Saga adalah protokol Layer 1 yang memungkinkan developer untuk secara otomatis meluncurkan rantai terdedikasi yang tidak tergantung pada VM, diparalelkan, dan interoperabel, atau 'Chainlets', yang menyediakan aplikasi dengan skalabilitas horizontal tak terbatas. Setiap Chainlet adalah replika dari Mainnet Saga, dengan kumpulan validator dan model keamanan yang sama.
Selengkapnya di halaman SAGA →