Perbedaan iExec RLC dan MyShell: iExec RLC diperdagangkan di Rp4.724 (kapitalisasi pasar Rp410,77M, volume 24 jam Rp21,03M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp353,61 (kapitalisasi pasar Rp144,72M, volume 24 jam Rp84,58M). Perbedaan utamanya: iExec RLC jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar iExec RLC 87M / 87M RLC (100%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan iExec RLC selama 35 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| RLC | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp410,77M | Rp144,72M |
Volume (24h) | Rp21,03M | Rp84,58M |
Suplai yang Beredar | 87M / 87M RLC (100%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
iExec (RLC) adalah penyedia utama komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain yang terkemuka. Blockchain digunakan untuk mengatur jaringan pasar di mana orang dapat memonetisasi daya komputasi mereka serta aplikasi dan bahkan kumpulan data. iExec dapat mendukung aplikasi di bidang-bidang seperti data besar, kesehatan, AI, rendering, dan tekfin. iExec didirikan pada 16 Oktober 2016, dengan tujuan untuk menciptakan kembali komputasi cloud melalui pembuatan paradigma komputasi cloud baru.
Selengkapnya di halaman RLC →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →