Perbedaan Rootstock Infrastructure Framework dan Tezos: Rootstock Infrastructure Framework diperdagangkan di Rp1.239 (kapitalisasi pasar Rp1,24T, volume 24 jam Rp142,01M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp3.509 (kapitalisasi pasar Rp3,84T, volume 24 jam Rp76,15M). Perbedaan utamanya: Tezos jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar Rootstock Infrastructure Framework, dan suplai Rootstock Infrastructure Framework dibatasi (1B / 1B RIF (100%)), sedangkan Tezos terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Rootstock Infrastructure Framework selama 12 Hari dan Tezos selama 98 Hari.
| RIF | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,24T | Rp3,84T |
Volume (24h) | Rp142,01M | Rp76,15M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B RIF (100%) | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 12 Hari | 98 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
RIF memungkinkan pemegangnya berpartisipasi dalam tata kelola RootsotckCollective, sebuah DAO yang mendukung dan memberi penghargaan kepada proyek yang dibangun di atas Bitcoin menggunakan Rootstock. RIF yang dipertaruhkan dalam DAO (stRIF) berfungsi sebagai token tata kelola, memberikan anggota hak untuk memperoleh hadiah dalam bentuk Bitcoin dan RIF. Inisiatif yang sedang berjalan mencakup program hibah terdesentralisasi dan CollectiveRewards.
Selengkapnya di halaman RIF →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →