Perbedaan Raydium dan Xai: Raydium diperdagangkan di Rp11.213 (kapitalisasi pasar Rp3,01T, volume 24 jam Rp110,9M), sedangkan Xai diperdagangkan di Rp111,45 (kapitalisasi pasar Rp232,06M, volume 24 jam Rp86,17M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 13× kapitalisasi pasar Xai, dan suplai beredar Raydium 269,5M / 555M RAY (49%) dibanding 2,1B / 2,5B XAI (84%) milik Xai. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Raydium selama 25 Hari dan Xai selama 57 Hari.
| RAY | XAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,01T | Rp232,06M |
Volume (24h) | Rp110,9M | Rp86,17M |
Suplai yang Beredar | 269,5M / 555M RAY (49%) | 2,1B / 2,5B XAI (84%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 57 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →Xai dikembangkan untuk memungkinkan ekonomi nyata dan perdagangan terbuka di video game. Dengan Xai, miliaran gamer berpotensi bisa memiliki dan menukar item dalam game untuk pertama kalinya, tanpa perlu menggunakan crypto-wallet. Siapa pun bisa mendukung jaringan Xai dengan mengoperasikan sebuah node yang memungkinkan mereka menerima reward dan berpartisipasi dalam tata kelola. Xai dikembangkan oleh Offchain Labs dengan memanfaatkan teknologi Arbitrum.
Selengkapnya di halaman XAI →