Perbedaan Raydium dan Tether USDT: Raydium diperdagangkan di Rp11.213 (kapitalisasi pasar Rp3,01T, volume 24 jam Rp111,49M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp17.859 (kapitalisasi pasar Rp3.270,36T, volume 24 jam Rp716,51T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 1086,5× kapitalisasi pasar Raydium, dan suplai Raydium dibatasi (269,5M / 555M RAY (49%)), sedangkan Tether USDT terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Raydium selama 25 Hari dan Tether USDT selama 84 Hari.
| RAY | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,01T | Rp3.270,36T |
Volume (24h) | Rp111,49M | Rp716,51T |
Suplai yang Beredar | 269,5M / 555M RAY (49%) | 183,2B USDT |
Typical Hold Time | 25 Hari | 84 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →