Perbedaan Raydium dan Turtle: Raydium diperdagangkan di Rp11.395 (kapitalisasi pasar Rp3,06T, volume 24 jam Rp117,56M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp780,55 (kapitalisasi pasar Rp120,26M, volume 24 jam Rp18,41M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 25,4× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar Raydium 269,5M / 555M RAY (49%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Raydium selama 25 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| RAY | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,06T | Rp120,26M |
Volume (24h) | Rp117,56M | Rp18,41M |
Suplai yang Beredar | 269,5M / 555M RAY (49%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →