Perbedaan Raydium dan Tria: Raydium diperdagangkan di Rp12.568 (kapitalisasi pasar Rp3,36T, volume 24 jam Rp232,09M), sedangkan Tria diperdagangkan di Rp149,7 (kapitalisasi pasar Rp318,32M, volume 24 jam Rp194,81M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 10,6× kapitalisasi pasar Tria, dan suplai beredar Raydium 269,3M / 555M RAY (49%) dibanding 2,2B / 10B TRIA (22%) milik Tria. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Raydium selama 24 Hari dan Tria selama 3 Hari.
| RAY | TRIA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,36T | Rp318,32M |
Volume (24h) | Rp232,09M | Rp194,81M |
Suplai yang Beredar | 269,3M / 555M RAY (49%) | 2,2B / 10B TRIA (22%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →Tria adalah neobank crypto berbasis self-custody dengan mesin routing lintas chain yang memungkinkan aktivitas belanja, trading, dan earning dalam satu aplikasi. Platform ini mengatasi fragmentasi blockchain melalui teknologi BestPath yang mendukung transaksi tanpa gas dan tanpa bridging langsung dari wallet pengguna. Token TRIA digunakan untuk reward, akses layanan, dan partisipasi governance.
Selengkapnya di halaman TRIA →