Perbedaan Raydium dan Theta Fuel: Raydium diperdagangkan di Rp11.213 (kapitalisasi pasar Rp3T, volume 24 jam Rp110,62M), sedangkan Theta Fuel diperdagangkan di Rp129,13 (kapitalisasi pasar Rp957,74M, volume 24 jam Rp7,49M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar Theta Fuel, dan suplai Raydium dibatasi (269,5M / 555M RAY (49%)), sedangkan Theta Fuel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Raydium selama 25 Hari dan Theta Fuel selama 47 Hari.
| RAY | TFUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3T | Rp957,74M |
Volume (24h) | Rp110,62M | Rp7,49M |
Suplai yang Beredar | 269,5M / 555M RAY (49%) | 7,4B TFUEL |
Typical Hold Time | 25 Hari | 47 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →Theta Fuel (TFUEL) adalah salah satu dari dua token asli di blockchain Theta. TFUEL adalah token kedua di blockchain Theta yang berfungsi sebagai token utilitas dalam pengiriman video dan data terdesentralisasi, juga merupakan token gas. Ini digunakan untuk menggerakkan semua operasi di blockchain Theta, seperti pembayaran ke relai untuk berbagi aliran video, untuk menyebarkan dan berinteraksi dengan kontrak pintar, dan sebagai biaya yang terkait dengan transaksi NTF dan aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TFUEL →