Perbedaan Raydium dan Taiko: Raydium diperdagangkan di Rp12.568 (kapitalisasi pasar Rp3,36T, volume 24 jam Rp232,09M), sedangkan Taiko diperdagangkan di Rp1.399 (kapitalisasi pasar Rp283,4M, volume 24 jam Rp131,84M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 11,9× kapitalisasi pasar Taiko, dan suplai beredar Raydium 269,3M / 555M RAY (49%) dibanding 201,9M / 1B TAIKO (21%) milik Taiko. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Raydium selama 24 Hari dan Taiko selama 6 Hari.
| RAY | TAIKO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,36T | Rp283,4M |
Volume (24h) | Rp232,09M | Rp131,84M |
Suplai yang Beredar | 269,3M / 555M RAY (49%) | 201,9M / 1B TAIKO (21%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →Taiko adalah ZK-Rollup setara Ethereum yang sepenuhnya open-source dan permissionless, dirancang untuk men-scalekan Ethereum secara native. Platform ini menawarkan pengalaman serupa Ethereum sambil menjaga desentralisasi penuh—siapa pun dapat menjalankan node, proposer, atau prover Taiko tanpa kontrol terpusat. Taiko memanfaatkan Ethereum block builders untuk menyusun blok dan transaksi, mendesentralisasi set sequencer sekaligus mewarisi keamanan dan jaminan liveness dari layer dasar. Jaringan ini mendukung lebih dari 100 proyek di berbagai sektor, termasuk DeFi, Gaming, media sosial, infrastruktur, dan tooling.
Selengkapnya di halaman TAIKO →