Perbedaan Raydium dan Swell Network: Raydium diperdagangkan di Rp12.535 (kapitalisasi pasar Rp3,36T, volume 24 jam Rp218,63M), sedangkan Swell Network diperdagangkan di Rp13,22 (kapitalisasi pasar Rp66,73M, volume 24 jam Rp37,28M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 50,4× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai beredar Raydium 269,3M / 555M RAY (49%) dibanding 5,1B / 10B SWELL (51%) milik Swell Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Raydium selama 24 Hari dan Swell Network selama 20 Hari.
| RAY | SWELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,36T | Rp66,73M |
Volume (24h) | Rp218,63M | Rp37,28M |
Suplai yang Beredar | 269,3M / 555M RAY (49%) | 5,1B / 10B SWELL (51%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 20 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
RAY saat ini diperdagangkan di Rp12.568 dengan kapitalisasi pasar Rp3,36 triliun. Sinyal teknis netral dengan moving averages bullish namun oscillators netral. Token berada di zona support kritis dengan RSI menunjukkan kondisi netral. Volume perdagangan mencapai Rp1 triliun setelah listing di Robinhood dan Revolut, serta integrasi tokenisasi saham SpaceX di platform Raydium.
Outlook netral dengan potensi upside jika bertahan di atas support Rp12.174. Peluang utama dari adopsi ekosistem Solana dan listing exchange besar, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual di level resistance Rp12.854 perlu diwaspadai.
Swell Network (SWELL) saat ini diperdagangkan di Rp13.387 dengan kapitalisasi pasar Rp67,95 juta. Sinyal teknis keseluruhan bullish didukung oleh moving averages yang positif, meskipun osilator menunjukkan netral. Token memiliki sirkulasi 51% dari total supply 10 juta dengan rata-rata hold time 20 hari. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat dalam analisis ini.
Outlook keseluruhan menunjukkan momentum positif jangka pendek dengan support kuat di level Rp13. Peluang utama terletak pada momentum teknis bullish, sementara risiko mencakup volatilitas tinggi kripto dan keterbatasan data fundamental terkini. Investor perlu memantau level resistance di Rp14-15 dan volume perdagangan untuk konfirmasi trend.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →