Perbedaan Raydium dan Swell Network: Raydium diperdagangkan di Rp11.213 (kapitalisasi pasar Rp3,01T, volume 24 jam Rp123,11M), sedangkan Swell Network diperdagangkan di Rp11,1 (kapitalisasi pasar Rp57,6M, volume 24 jam Rp24,24M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 52,3× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai beredar Raydium 269,5M / 555M RAY (49%) dibanding 5,2B / 10B SWELL (52%) milik Swell Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Raydium selama 25 Hari dan Swell Network selama 22 Hari.
| RAY | SWELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,01T | Rp57,6M |
Volume (24h) | Rp123,11M | Rp24,24M |
Suplai yang Beredar | 269,5M / 555M RAY (49%) | 5,2B / 10B SWELL (52%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 22 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
RAY saat ini diperdagangkan di zona netral dengan harga Rp11.527, menunjukkan sinyal teknis campuran antara indikator bearish dan netral. Token ini baru saja mencapai tonggak penting dengan volume perdagangan melebihi Rp1.000T setelah listing di Robinhood dan Revolut, memperluas aksesibilitas global. Posisi teknis saat ini berada di antara support Rp11.143 dan resistance Rp11.329, dengan indikator RSI menunjukkan kondisi netral.
Outlook jangka pendek netral dengan potensi upside terbatas mengingat sinyal teknis yang beragam. Peluang utama terletak pada adopsi ekosistem yang berkembang, sementara risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual dari moving averages perlu diwaspadai. Investor harus memantau pergerakan harga di sekitar level support kunci.
Swell Network saat ini diperdagangkan pada Rp11.565 dengan kapitalisasi pasar Rp59,63 juta, menunjukkan posisi bearish jangka pendek berdasarkan sinyal teknis. Token ini memiliki supply yang terkontrol dengan 52% dari total supply 10 juta SWELL sudah beredar. Indikator teknis menunjukkan tekanan jual yang dominan dengan moving averages bearish, sementara osilator dalam zona netral. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat.
Outlook keseluruhan cenderung hati-hati dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari level support Rp10-11, sementara risiko utama adalah tekanan jual berkelanjutan dan likuiditas terbatas. Investor perlu memantau volume trading dan aktivitas on-chain untuk konfirmasi perubahan tren.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →