Perbedaan Raydium dan SUPRA: Raydium diperdagangkan di Rp12.568 (kapitalisasi pasar Rp3,36T, volume 24 jam Rp232,09M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,75 (kapitalisasi pasar Rp122,09M, volume 24 jam Rp4,65M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 27,5× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai beredar Raydium 269,3M / 555M RAY (49%) dibanding 32,5B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Raydium selama 24 Hari dan SUPRA selama 15 Hari.
| RAY | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,36T | Rp122,09M |
Volume (24h) | Rp232,09M | Rp4,65M |
Suplai yang Beredar | 269,3M / 555M RAY (49%) | 32,5B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →