Perbedaan Raydium dan Starknet: Raydium diperdagangkan di Rp11.211 (kapitalisasi pasar Rp3,06T, volume 24 jam Rp125,5M), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp413,87 (kapitalisasi pasar Rp2,82T, volume 24 jam Rp814,43M). Perbedaan utamanya: Raydium dan Starknet berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Raydium dibatasi (269,5M / 555M RAY (49%)), sedangkan Starknet terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Raydium selama 25 Hari dan Starknet selama 75 Hari.
| RAY | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,06T | Rp2,82T |
Volume (24h) | Rp125,5M | Rp814,43M |
Suplai yang Beredar | 269,5M / 555M RAY (49%) | 6,8B STRK |
Typical Hold Time | 25 Hari | 75 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
RAY saat ini diperdagangkan di zona netral dengan harga Rp11.527, menunjukkan sinyal teknis campuran antara indikator bearish dan netral. Token ini baru saja mencapai tonggak penting dengan volume perdagangan melebihi Rp1.000T setelah listing di Robinhood dan Revolut, memperluas aksesibilitas global. Posisi teknis saat ini berada di antara support Rp11.143 dan resistance Rp11.329, dengan indikator RSI menunjukkan kondisi netral.
Outlook jangka pendek netral dengan potensi upside terbatas mengingat sinyal teknis yang beragam. Peluang utama terletak pada adopsi ekosistem yang berkembang, sementara risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual dari moving averages perlu diwaspadai. Investor harus memantau pergerakan harga di sekitar level support kunci.
STRK saat ini diperdagangkan pada Rp402,59 dengan sinyal teknis keseluruhan BEARISH, didorong oleh moving averages yang sangat bearish (0 beli, 13 jual). RSI_6 di 17,83 menunjukkan kondisi oversold, namun ADX mengindikasikan tren bearish kuat. Token berada di dekat support S1 (Rp402) dengan resistensi terdekat di R1 (Rp428). Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan, dan sentimen pasar crypto secara umum masih tertekan.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko dominan. Peluang muncul dari level oversold RSI yang mungkin memicu rebound teknis, namun tekanan bearish dari moving averages dan tren makro crypto masih kuat. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi, likuiditas terbatas dengan volume rendah, dan ketidakpastian regulasi sektor crypto yang berlanjut.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →