Perbedaan Raydium dan Streamflow: Raydium diperdagangkan di Rp11.419 (kapitalisasi pasar Rp3,04T, volume 24 jam Rp114,72M), sedangkan Streamflow diperdagangkan di Rp144,83 (kapitalisasi pasar Rp38,3M, volume 24 jam Rp1,17M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 79,4× kapitalisasi pasar Streamflow, dan suplai beredar Raydium 269,5M / 555M RAY (49%) dibanding 254,5M / 1B STREAM (26%) milik Streamflow. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Raydium selama 25 Hari dan Streamflow selama 28 Hari.
| RAY | STREAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,04T | Rp38,3M |
Volume (24h) | Rp114,72M | Rp1,17M |
Suplai yang Beredar | 269,5M / 555M RAY (49%) | 254,5M / 1B STREAM (26%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →Streamflow menghadirkan infrastruktur token yang aman, mudah digunakan, dan andal untuk menciptakan serta mendistribusikan token di sepanjang siklus hidupnya—dari peluncuran hingga jatuh tempo. Dengan menyelesaikan masalah ketidakselarasan insentif, Streamflow memastikan ekonomi token yang berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STREAM →