Perbedaan Raydium dan Solv Protocol: Raydium diperdagangkan di Rp12.568 (kapitalisasi pasar Rp3,36T, volume 24 jam Rp228,92M), sedangkan Solv Protocol diperdagangkan di Rp48,22 (kapitalisasi pasar Rp203,93M, volume 24 jam Rp64,35M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 16,5× kapitalisasi pasar Solv Protocol, dan suplai beredar Raydium 269,3M / 555M RAY (49%) dibanding 4,3B / 9,7B SOLV (45%) milik Solv Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Raydium selama 24 Hari dan Solv Protocol selama 12 Hari.
| RAY | SOLV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,36T | Rp203,93M |
Volume (24h) | Rp228,92M | Rp64,35M |
Suplai yang Beredar | 269,3M / 555M RAY (49%) | 4,3B / 9,7B SOLV (45%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →Solv Protocol adalah platform staking Bitcoin terkemuka yang memanfaatkan SolvBTC untuk mengoptimalkan potensi lebih dari $1 triliun aset Bitcoin. Dengan mengandalkan Staking Abstraction Layer (SAL), Solv menghadirkan pengalaman staking Bitcoin yang mulus, aman, dan transparan—untuk mendorong adopsi BTCFi secara massal.
Selengkapnya di halaman SOLV →