Perbedaan Raydium dan Solana Mobile Seeker: Raydium diperdagangkan di Rp11.213 (kapitalisasi pasar Rp3T, volume 24 jam Rp110,32M), sedangkan Solana Mobile Seeker diperdagangkan di Rp124,92 (kapitalisasi pasar Rp614,35M, volume 24 jam Rp47,38M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 4,9× kapitalisasi pasar Solana Mobile Seeker, dan suplai Raydium dibatasi (269,5M / 555M RAY (49%)), sedangkan Solana Mobile Seeker terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Raydium selama 25 Hari dan Solana Mobile Seeker selama 8 Hari.
| RAY | SKR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3T | Rp614,35M |
Volume (24h) | Rp110,32M | Rp47,38M |
Suplai yang Beredar | 269,5M / 555M RAY (49%) | 4,9B SKR |
Typical Hold Time | 25 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →Solana Mobile Seeker membangun ekosistem mobile terdesentralisasi yang menantang platform mobile konvensional. Didukung arsitektur jaringan TEEPin dan tata kelola komunitas, platform ini menghilangkan gatekeeping app store dan memungkinkan akses langsung antara pengembang dan pengguna ke aplikasi crypto. Solana Mobile Seeker berfokus pada keterbukaan, keamanan, dan kepemilikan oleh komunitas.
Selengkapnya di halaman SKR →