Perbedaan SuperRare dan LayerZero: SuperRare diperdagangkan di Rp210,57 (kapitalisasi pasar Rp173,25M, volume 24 jam Rp259,45M), sedangkan LayerZero diperdagangkan di Rp14.299 (kapitalisasi pasar Rp5,18T, volume 24 jam Rp311,06M). Perbedaan utamanya: LayerZero jauh lebih besar — sekitar 29,9× kapitalisasi pasar SuperRare, dan suplai beredar SuperRare 825,5M / 1B RARE (83%) dibanding 364M / 1B ZRO (37%) milik LayerZero. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SuperRare selama 32 Hari dan LayerZero selama 13 Hari.
| RARE | ZRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp173,25M | Rp5,18T |
Volume (24h) | Rp259,45M | Rp311,06M |
Suplai yang Beredar | 825,5M / 1B RARE (83%) | 364M / 1B ZRO (37%) |
Typical Hold Time | 32 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
SuperRare adalah pasar seni on-chain terkemuka dengan total penjualan lebih dari US$300 juta dan US$180 juta yang diperoleh oleh para artis. Sebagai salah satu pionir royalti artis perpetual, SuperRare berusaha untuk meningkatkan penemuan sambil mendesentralisasi pasar seni. Inti dari SuperRare adalah $RARE, sebuah token yang menawarkan utilitas sebagai mata uang di pasar, sistem reputasi berbasis staking, dan hak tata kelola DAO.
Selengkapnya di halaman RARE →LayerZero adalah protokol interoperabilitas blockchain yang menghubungkan berbagai blockchain untuk mendukung pengembangan aplikasi dan token omnichain. LayerZero menggunakan endpoint on-chain yang tidak dapat diubah dan Security Stack, memastikan pesan yang aman dan bebas sensor di berbagai jaringan blockchain.
Selengkapnya di halaman ZRO →