Perbedaan SuperRare dan Tezos: SuperRare diperdagangkan di Rp231,16 (kapitalisasi pasar Rp190,8M, volume 24 jam Rp92,67M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp4.083 (kapitalisasi pasar Rp4,46T, volume 24 jam Rp139,2M). Perbedaan utamanya: Tezos jauh lebih besar — sekitar 23,4× kapitalisasi pasar SuperRare, dan suplai SuperRare dibatasi (825,5M / 1B RARE (83%)), sedangkan Tezos terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SuperRare selama 30 Hari dan Tezos selama 97 Hari.
| RARE | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp190,8M | Rp4,46T |
Volume (24h) | Rp92,67M | Rp139,2M |
Suplai yang Beredar | 825,5M / 1B RARE (83%) | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 30 Hari | 97 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
SuperRare adalah pasar seni on-chain terkemuka dengan total penjualan lebih dari US$300 juta dan US$180 juta yang diperoleh oleh para artis. Sebagai salah satu pionir royalti artis perpetual, SuperRare berusaha untuk meningkatkan penemuan sambil mendesentralisasi pasar seni. Inti dari SuperRare adalah $RARE, sebuah token yang menawarkan utilitas sebagai mata uang di pasar, sistem reputasi berbasis staking, dan hak tata kelola DAO.
Selengkapnya di halaman RARE →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →