Perbedaan SuperRare dan Tether Gold: SuperRare diperdagangkan di Rp210,53 (kapitalisasi pasar Rp173,25M, volume 24 jam Rp259,45M), sedangkan Tether Gold diperdagangkan di Rp77.556.280 (kapitalisasi pasar Rp47,48T, volume 24 jam Rp4,29T). Perbedaan utamanya: Tether Gold jauh lebih besar — sekitar 274,1× kapitalisasi pasar SuperRare, dan suplai SuperRare dibatasi (825,5M / 1B RARE (83%)), sedangkan Tether Gold terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SuperRare selama 32 Hari dan Tether Gold selama 40 Hari.
| RARE | XAUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp173,25M | Rp47,48T |
Volume (24h) | Rp259,45M | Rp4,29T |
Suplai yang Beredar | 825,5M / 1B RARE (83%) | 612,8K XAUT |
Typical Hold Time | 32 Hari | 40 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
SuperRare adalah pasar seni on-chain terkemuka dengan total penjualan lebih dari US$300 juta dan US$180 juta yang diperoleh oleh para artis. Sebagai salah satu pionir royalti artis perpetual, SuperRare berusaha untuk meningkatkan penemuan sambil mendesentralisasi pasar seni. Inti dari SuperRare adalah $RARE, sebuah token yang menawarkan utilitas sebagai mata uang di pasar, sistem reputasi berbasis staking, dan hak tata kelola DAO.
Selengkapnya di halaman RARE →Tether Gold adalah stablecoin yang mewakili kepemilikan satu troy ons emas murni dalam bentuk emas batangan fisik yang memenuhi standar Good Delivery dari London Bullion Market Association (LBMA), dengan rasio 1:1. Tether Gold memberikan akses kepemilikan emas fisik melalui stablecoin, sekaligus menghilangkan kelemahan umum seperti biaya penyimpanan tinggi dan akses yang terbatas.
Selengkapnya di halaman XAUT →