Perbedaan SuperRare dan Vana: SuperRare diperdagangkan di Rp209,78 (kapitalisasi pasar Rp173,29M, volume 24 jam Rp237,97M), sedangkan Vana diperdagangkan di Rp15.055 (kapitalisasi pasar Rp627,53M, volume 24 jam Rp20,83M). Perbedaan utamanya: Vana jauh lebih besar — sekitar 3,6× kapitalisasi pasar SuperRare, dan suplai beredar SuperRare 825,5M / 1B RARE (83%) dibanding 30,1M / 120M VANA (26%) milik Vana. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SuperRare selama 32 Hari dan Vana selama 7 Hari.
| RARE | VANA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp173,29M | Rp627,53M |
Volume (24h) | Rp237,97M | Rp20,83M |
Suplai yang Beredar | 825,5M / 1B RARE (83%) | 30,1M / 120M VANA (26%) |
Typical Hold Time | 32 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
SuperRare adalah pasar seni on-chain terkemuka dengan total penjualan lebih dari US$300 juta dan US$180 juta yang diperoleh oleh para artis. Sebagai salah satu pionir royalti artis perpetual, SuperRare berusaha untuk meningkatkan penemuan sambil mendesentralisasi pasar seni. Inti dari SuperRare adalah $RARE, sebuah token yang menawarkan utilitas sebagai mata uang di pasar, sistem reputasi berbasis staking, dan hak tata kelola DAO.
Selengkapnya di halaman RARE →Vana ($VANA) adalah blokchain Layer 1 yang kompatible dengan EVM, mengubah data pribadi menjadi aset finansial yang dapat diperdagangkan. Vana memberdayakan pengguna untuk memonetisasi data pribadi mereka dengan aman melalui Data DAO (Decentralized Autonomous Organization) dan mekanisme inovatif seperti Proof-of-Contribution. Dengan mengumpulkan dan memvalidasi data melalui Data Liquidity Pools (DLP), Vana dapat memfasilitasi pelatihan model AI yang juga melindungi privasi dan kepemilikan data pengguna. Berfokus pada pembentukan kelas aset baru berupa token data, Vana menjembatani Web2 dan Web3 serta membuka jalan bagi ekonomi data berbasis AI yang revolusioner.
Selengkapnya di halaman VANA →