Perbedaan SuperRare dan Theta Network: SuperRare diperdagangkan di Rp211,29 (kapitalisasi pasar Rp173,95M, volume 24 jam Rp253,56M), sedangkan Theta Network diperdagangkan di Rp2.386 (kapitalisasi pasar Rp2,38T, volume 24 jam Rp52,89M). Perbedaan utamanya: Theta Network jauh lebih besar — sekitar 13,7× kapitalisasi pasar SuperRare, dan suplai beredar SuperRare 825,5M / 1B RARE (83%) dibanding 1B / 1B THETA (100%) milik Theta Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SuperRare selama 32 Hari dan Theta Network selama 76 Hari.
| RARE | THETA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp173,95M | Rp2,38T |
Volume (24h) | Rp253,56M | Rp52,89M |
Suplai yang Beredar | 825,5M / 1B RARE (83%) | 1B / 1B THETA (100%) |
Typical Hold Time | 32 Hari | 76 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
SuperRare adalah pasar seni on-chain terkemuka dengan total penjualan lebih dari US$300 juta dan US$180 juta yang diperoleh oleh para artis. Sebagai salah satu pionir royalti artis perpetual, SuperRare berusaha untuk meningkatkan penemuan sambil mendesentralisasi pasar seni. Inti dari SuperRare adalah $RARE, sebuah token yang menawarkan utilitas sebagai mata uang di pasar, sistem reputasi berbasis staking, dan hak tata kelola DAO.
Selengkapnya di halaman RARE →THETA adalah jaringan bertenaga blockchain yang dibuat khusus untuk streaming video. Konsep bisnis utama Theta adalah mendesentralisasikan streaming video, pengiriman data, dan edge computing, menjadikannya lebih efisien, hemat biaya, dan adil bagi pelaku industri.
Selengkapnya di halaman THETA →