Perbedaan SuperRare dan STBL: SuperRare diperdagangkan di Rp231,16 (kapitalisasi pasar Rp190,8M, volume 24 jam Rp92,67M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp415,42 (kapitalisasi pasar Rp289,22M, volume 24 jam Rp41,9M). Perbedaan utamanya: STBL lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar SuperRare 825,5M / 1B RARE (83%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SuperRare selama 30 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| RARE | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp190,8M | Rp289,22M |
Volume (24h) | Rp92,67M | Rp41,9M |
Suplai yang Beredar | 825,5M / 1B RARE (83%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
SuperRare adalah pasar seni on-chain terkemuka dengan total penjualan lebih dari US$300 juta dan US$180 juta yang diperoleh oleh para artis. Sebagai salah satu pionir royalti artis perpetual, SuperRare berusaha untuk meningkatkan penemuan sambil mendesentralisasi pasar seni. Inti dari SuperRare adalah $RARE, sebuah token yang menawarkan utilitas sebagai mata uang di pasar, sistem reputasi berbasis staking, dan hak tata kelola DAO.
Selengkapnya di halaman RARE →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →