Perbedaan SuperRare dan Sky: SuperRare diperdagangkan di Rp231,16 (kapitalisasi pasar Rp190,8M, volume 24 jam Rp92,67M), sedangkan Sky diperdagangkan di Rp1.123 (kapitalisasi pasar Rp26,28T, volume 24 jam Rp335,56M). Perbedaan utamanya: Sky jauh lebih besar — sekitar 137,7× kapitalisasi pasar SuperRare, dan suplai beredar SuperRare 825,5M / 1B RARE (83%) dibanding 23,3B / 23,5B SKY (100%) milik Sky. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SuperRare selama 30 Hari dan Sky selama 14 Hari.
| RARE | SKY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp190,8M | Rp26,28T |
Volume (24h) | Rp92,67M | Rp335,56M |
Suplai yang Beredar | 825,5M / 1B RARE (83%) | 23,3B / 23,5B SKY (100%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
SuperRare adalah pasar seni on-chain terkemuka dengan total penjualan lebih dari US$300 juta dan US$180 juta yang diperoleh oleh para artis. Sebagai salah satu pionir royalti artis perpetual, SuperRare berusaha untuk meningkatkan penemuan sambil mendesentralisasi pasar seni. Inti dari SuperRare adalah $RARE, sebuah token yang menawarkan utilitas sebagai mata uang di pasar, sistem reputasi berbasis staking, dan hak tata kelola DAO.
Selengkapnya di halaman RARE →Sky (SKY) adalah token tata kelola dari Sky Protocol dan versi baru dari MakerDAO, yang dirancang untuk membuat DeFi lebih mudah diakses, skalabel, dan memberi lebih banyak imbalan lewat arsitektur modular dan alat non-kustodial.
Selengkapnya di halaman SKY →