Perbedaan SuperRare dan Stader: SuperRare diperdagangkan di Rp229,34 (kapitalisasi pasar Rp187,06M, volume 24 jam Rp927,01M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp1.837 (kapitalisasi pasar Rp129,99M, volume 24 jam Rp12,1M). Perbedaan utamanya: SuperRare lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar SuperRare 825,5M / 1B RARE (83%) dibanding 70,8M / 120M SD (59%) milik Stader. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SuperRare selama 32 Hari dan Stader selama 13 Hari.
| RARE | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp187,06M | Rp129,99M |
Volume (24h) | Rp927,01M | Rp12,1M |
Suplai yang Beredar | 825,5M / 1B RARE (83%) | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 32 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
SuperRare adalah pasar seni on-chain terkemuka dengan total penjualan lebih dari US$300 juta dan US$180 juta yang diperoleh oleh para artis. Sebagai salah satu pionir royalti artis perpetual, SuperRare berusaha untuk meningkatkan penemuan sambil mendesentralisasi pasar seni. Inti dari SuperRare adalah $RARE, sebuah token yang menawarkan utilitas sebagai mata uang di pasar, sistem reputasi berbasis staking, dan hak tata kelola DAO.
Selengkapnya di halaman RARE →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →