Perbedaan Qtum dan Plasma: Qtum diperdagangkan di Rp11.827 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp84,91M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.336 (kapitalisasi pasar Rp3,6T, volume 24 jam Rp322,74M). Perbedaan utamanya: Plasma jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Qtum, dan suplai Qtum dibatasi (106,1M / 107,8M QTUM (99%)), sedangkan Plasma terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Qtum selama 69 Hari dan Plasma selama 27 Hari.
| QTUM | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,26T | Rp3,6T |
Volume (24h) | Rp84,91M | Rp322,74M |
Suplai yang Beredar | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) | 2,7B XPL |
Typical Hold Time | 69 Hari | 27 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →