Perbedaan Qtum dan UMA: Qtum diperdagangkan di Rp11.859 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp86,09M), sedangkan UMA diperdagangkan di Rp5.782 (kapitalisasi pasar Rp524,04M, volume 24 jam Rp28,75M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar UMA, dan suplai Qtum dibatasi (106,1M / 107,8M QTUM (99%)), sedangkan UMA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Qtum selama 69 Hari dan UMA selama 72 Hari.
| QTUM | UMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,26T | Rp524,04M |
Volume (24h) | Rp86,09M | Rp28,75M |
Suplai yang Beredar | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) | 90,6M UMA |
Typical Hold Time | 69 Hari | 72 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →UMA, atau Universal Market Access, adalah protokol untuk penciptaan aset sintetis berbasis blockchain Ethereum (ETH). UMA memungkinkan counterparty untuk mendigitalkan dan mengotomatiskan setiap derivatif keuangan dunia nyata, seperti kontrak berjangka, kontrak untuk perbedaan (CFD), atau swap total return.
Selengkapnya di halaman UMA →