Perbedaan Qtum dan Starknet: Qtum diperdagangkan di Rp11.844 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp84,91M), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp408,22 (kapitalisasi pasar Rp2,78T, volume 24 jam Rp903,98M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Qtum, dan suplai Qtum dibatasi (106,1M / 107,8M QTUM (99%)), sedangkan Starknet terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Qtum selama 69 Hari dan Starknet selama 75 Hari.
| QTUM | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,26T | Rp2,78T |
Volume (24h) | Rp84,91M | Rp903,98M |
Suplai yang Beredar | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) | 6,8B STRK |
Typical Hold Time | 69 Hari | 75 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →