Perbedaan Qtum dan STBL: Qtum diperdagangkan di Rp11.930 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp94,79M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp403,39 (kapitalisasi pasar Rp283M, volume 24 jam Rp20,84M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 4,5× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar Qtum 106,1M / 107,8M QTUM (99%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Qtum selama 69 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| QTUM | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,26T | Rp283M |
Volume (24h) | Rp94,79M | Rp20,84M |
Suplai yang Beredar | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 69 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →