Perbedaan Qtum dan Solv Protocol: Qtum diperdagangkan di Rp11.877 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp95,63M), sedangkan Solv Protocol diperdagangkan di Rp40 (kapitalisasi pasar Rp170,66M, volume 24 jam Rp63,97M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 7,4× kapitalisasi pasar Solv Protocol, dan suplai beredar Qtum 106,1M / 107,8M QTUM (99%) dibanding 4,3B / 9,7B SOLV (45%) milik Solv Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Qtum selama 69 Hari dan Solv Protocol selama 13 Hari.
| QTUM | SOLV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,26T | Rp170,66M |
Volume (24h) | Rp95,63M | Rp63,97M |
Suplai yang Beredar | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) | 4,3B / 9,7B SOLV (45%) |
Typical Hold Time | 69 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →Solv Protocol adalah platform staking Bitcoin terkemuka yang memanfaatkan SolvBTC untuk mengoptimalkan potensi lebih dari $1 triliun aset Bitcoin. Dengan mengandalkan Staking Abstraction Layer (SAL), Solv menghadirkan pengalaman staking Bitcoin yang mulus, aman, dan transparan—untuk mendorong adopsi BTCFi secara massal.
Selengkapnya di halaman SOLV →