Perbedaan Qtum dan Suilend: Qtum diperdagangkan di Rp12.480 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp111,91M), sedangkan Suilend diperdagangkan di Rp882,28 (kapitalisasi pasar Rp65,02M, volume 24 jam Rp1,62M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 20,3× kapitalisasi pasar Suilend, dan suplai beredar Qtum 106,1M / 107,8M QTUM (99%) dibanding 70,6M / 100M SEND (71%) milik Suilend. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Qtum selama 68 Hari dan Suilend selama 13 Hari.
| QTUM | SEND | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,32T | Rp65,02M |
Volume (24h) | Rp111,91M | Rp1,62M |
Suplai yang Beredar | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) | 70,6M / 100M SEND (71%) |
Typical Hold Time | 68 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →Sejak diluncurkan pada bulan Maret, Suilend telah menjadi salah satu platform DeFi utama di Sui. Kini Suilend berkembang dengan Sui DeFi Suite—lending, LST, swap, dan AMM—untuk membangun superapp DeFi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SEND →