Perbedaan BENQI dan LayerZero: BENQI diperdagangkan di Rp23,5 (kapitalisasi pasar Rp168,84M, volume 24 jam Rp9,05M), sedangkan LayerZero diperdagangkan di Rp14.209 (kapitalisasi pasar Rp5,17T, volume 24 jam Rp307,68M). Perbedaan utamanya: LayerZero jauh lebih besar — sekitar 30,6× kapitalisasi pasar BENQI, dan suplai beredar BENQI 7,2B / 7,2B QI (100%) dibanding 364M / 1B ZRO (37%) milik LayerZero. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan BENQI selama 48 Hari dan LayerZero selama 13 Hari.
| QI | ZRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp168,84M | Rp5,17T |
Volume (24h) | Rp9,05M | Rp307,68M |
Suplai yang Beredar | 7,2B / 7,2B QI (100%) | 364M / 1B ZRO (37%) |
Typical Hold Time | 48 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
BENQI adalah pasar likuiditas terdesentralisasi non-kustodial serta protokol liquid staking yang dibangun di atas jaringan smart contract Avalanche berkecepatan tinggi. Protokol pinjam meminjam memungkinkan pengguna untuk meminjam atau mendapatkan bunga dari aset digital mereka. Protokol Liquid Staking menyediakan akses untuk efisiensi modal, memberikan pengguna kesempatan untuk membuka kunci AVAX yang mereka “staked“ untuk digunakan pada protokol Keuangan Terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman QI →LayerZero adalah protokol interoperabilitas blockchain yang menghubungkan berbagai blockchain untuk mendukung pengembangan aplikasi dan token omnichain. LayerZero menggunakan endpoint on-chain yang tidak dapat diubah dan Security Stack, memastikan pesan yang aman dan bebas sensor di berbagai jaringan blockchain.
Selengkapnya di halaman ZRO →