Perbedaan Quack AI dan Yield Basis: Quack AI diperdagangkan di Rp340,5 (kapitalisasi pasar Rp1,42T, volume 24 jam Rp67,34M), sedangkan Yield Basis diperdagangkan di Rp1.358 (kapitalisasi pasar Rp180,17M, volume 24 jam Rp76,75M). Perbedaan utamanya: Quack AI jauh lebih besar — sekitar 7,9× kapitalisasi pasar Yield Basis, dan suplai beredar Quack AI 4,2B / 10B Q (43%) dibanding 132,4M / 1B YB (14%) milik Yield Basis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Quack AI selama 3 Hari dan Yield Basis selama 5 Hari.
| Q | YB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,42T | Rp180,17M |
Volume (24h) | Rp67,34M | Rp76,75M |
Suplai yang Beredar | 4,2B / 10B Q (43%) | 132,4M / 1B YB (14%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Quack AI adalah infrastruktur governance yang menggunakan agen AI modular untuk mengotomatisasi dan meningkatkan skala pengambilan keputusan bagi DAO dan protokol Web3. Platform ini menganalisis proposal, mendelegasikan voting, dan menyederhanakan eksekusi untuk meningkatkan partisipasi dan efisiensi. Dibangun dengan standar lintas chain seperti x402, Quack AI memungkinkan aksi governance tanpa gas fee dan berbasis kebijakan di jaringan seperti BNB Chain dan Arbitrum.
Selengkapnya di halaman Q →YieldBasis adalah protokol DeFi yang dibangun di atas Curve Finance, memungkinkan pengguna memperoleh yield pada aset seperti Bitcoin dengan meminimalkan impermanent loss. Protokol ini menggunakan mekanisme leverage majemuk tetap 2× agar posisi LP mengikuti harga aset dasar secara 1:1. Token YB mendukung governance melalui model vote-escrowed (veYB) serta memungkinkan pemegangnya berbagi pendapatan protokol.
Selengkapnya di halaman YB →