Perbedaan PumpBTC dan SUPRA: PumpBTC diperdagangkan di Rp172,64 (kapitalisasi pasar Rp88,62M, volume 24 jam Rp47,81M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,77 (kapitalisasi pasar Rp122,97M, volume 24 jam Rp4,72M). Perbedaan utamanya: SUPRA lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar PumpBTC 509,5M / 1B PUMPBTC (51%) dibanding 32,5B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan PumpBTC selama 18 Hari dan SUPRA selama 15 Hari.
| PUMPBTC | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp88,62M | Rp122,97M |
Volume (24h) | Rp47,81M | Rp4,72M |
Suplai yang Beredar | 509,5M / 1B PUMPBTC (51%) | 32,5B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 18 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
PumpBTC adalah solusi liquid restaking untuk Babylon yang memungkinkan pemegang BTC mendapatkan imbal hasil native. Dengan menyederhanakan prosesnya, PumpBTC memudahkan staking sekaligus menghubungkan pengguna dengan operator node Babylon.
Selengkapnya di halaman PUMPBTC →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →