Perbedaan Propy dan STBL: Propy diperdagangkan di Rp6.585 (kapitalisasi pasar Rp647,73M, volume 24 jam Rp88,21M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp413,57 (kapitalisasi pasar Rp291,2M, volume 24 jam Rp42,76M). Perbedaan utamanya: Propy jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai STBL dibatasi (700M / 10B STBL (8%)), sedangkan Propy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Propy selama 6 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| PRO | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp647,73M | Rp291,2M |
Volume (24h) | Rp88,21M | Rp42,76M |
Suplai yang Beredar | 100M PRO | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Propy adalah platform berbasis blockchain yang mendigitalkan sertifikat properti dan mengotomatiskan transaksi melalui smart contract. Platform ini mendukung pembayaran kripto serta mengurangi risiko fraud dan proses administratif yang panjang. Token PRO digunakan untuk reward, tata kelola, dan pembayaran biaya dalam ekosistemnya.
Selengkapnya di halaman PRO →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →