Perbedaan Parcl dan Turtle: Parcl diperdagangkan di Rp90,98 (kapitalisasi pasar Rp37,31M, volume 24 jam Rp3,82M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp784,16 (kapitalisasi pasar Rp122,64M, volume 24 jam Rp17,85M). Perbedaan utamanya: Turtle jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar Parcl, dan suplai beredar Parcl 412,3M / 1B PRCL (42%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Parcl selama 16 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| PRCL | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp37,31M | Rp122,64M |
Volume (24h) | Rp3,82M | Rp17,85M |
Suplai yang Beredar | 412,3M / 1B PRCL (42%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 16 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Ekosistem Parcl—terdiri dari Parcl, Parcl Labs, dan Parcl Limited—mengembangkan dan mengelola Parcl Protocol, sebuah platform desentralisasi yang memungkinkan pengguna mengambil posisi long atau short pada harga properti dunia nyata. Dengan memanfaatkan data properti kelas dunia dari Parcl Labs, Parcl bertujuan menciptakan pasar likuid untuk kelas aset terbesar di dunia. Token PRCL menjadi penggerak ekosistem, memberikan hak tata kelola, akses ke data dan analitik Parcl Labs, serta insentif jaringan.
Selengkapnya di halaman PRCL →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →