Perbedaan FC Porto Fan Token dan STBL: FC Porto Fan Token diperdagangkan di Rp7.670 (kapitalisasi pasar Rp99,39M, volume 24 jam Rp26,72M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp403,71 (kapitalisasi pasar Rp283,55M, volume 24 jam Rp20,6M). Perbedaan utamanya: STBL jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar FC Porto Fan Token, dan suplai beredar FC Porto Fan Token 13M / 40M PORTO (33%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan FC Porto Fan Token selama 43 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| PORTO | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp99,39M | Rp283,55M |
Volume (24h) | Rp26,72M | Rp20,6M |
Suplai yang Beredar | 13M / 40M PORTO (33%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 43 Hari | 7 Hari |
Berita terbaru kedua aset
PORTO adalah fan token pada jaringan BEP-20. Pemegang token dapat dengan mudah berinteraksi dengan pemain dari FC Porto dengan bantuan NFT yang dirilis oleh tim, dan dapat mengikuti meet & greet, mendapatkan merchandise bertandatangan, dan experience eksklusif lainnya. Para penggemar akan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam aktivitas klub, karena token PORTO mereka dapat digunakan untuk voting dalam berbagai keputusan, termasuk memilih perlengkapan pemain dan anthem klub.
Selengkapnya di halaman PORTO →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →