Perbedaan Port3 Network dan TAC Protocol: Port3 Network diperdagangkan di Rp23,63 (kapitalisasi pasar Rp15,67M, volume 24 jam Rp28,22M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp48,38 (kapitalisasi pasar Rp226,79M, volume 24 jam Rp25,27M). Perbedaan utamanya: TAC Protocol jauh lebih besar — sekitar 14,5× kapitalisasi pasar Port3 Network, dan suplai Port3 Network dibatasi (692,9M / 1B PORT3 (70%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Port3 Network selama 10 Hari dan TAC Protocol selama 5 Hari.
| PORT3 | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp15,67M | Rp226,79M |
Volume (24h) | Rp28,22M | Rp25,27M |
Suplai yang Beredar | 692,9M / 1B PORT3 (70%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 10 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Port3 Network adalah platform Web3 serbaguna yang berfokus pada input dan output data sosial. Platform ini menggabungkan berbagai komponen dan inisiatif untuk mentransformasi jaringan data terdesentralisasi. Inti dari Port3 Network adalah penggunaan AI untuk mengindeks dan menstandarkan data, membangun AI Data Layer yang kuat sebagai fondasi aplikasi Web3. Jaringan data AI terdesentralisasi ini mengumpulkan dan menstandarkan informasi untuk layanan AI dan strategi cerdas, menjadikannya bagian penting bagi proyek-proyek berbasis blockchain.
Selengkapnya di halaman PORT3 →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →