Perbedaan Marlin dan SubQuery Network: Marlin diperdagangkan di Rp14,6 (kapitalisasi pasar Rp151,7M, volume 24 jam Rp47,86M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: Marlin jauh lebih besar — sekitar 4,6× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai beredar Marlin 8,2B POND dibanding 3,3B SQT milik SubQuery Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Marlin selama 34 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| POND | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp151,7M | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp47,86M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 8,2B POND | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 34 Hari | 3 Hari |
POND adalah token Ethereum yang memberdayakan Marlin, sebuah protokol terbuka yang menyediakan infrastruktur jaringan DeFi dan web3 yang dapat diprogram dengan performa tinggi. POND dapat digunakan untuk mendelegasikan ke node Marlin dan sebagai imbalan untuk mengoperasikan jaringan relay dengan benar.
Selengkapnya di halaman POND →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →