Perbedaan Polymesh dan Boundless: Polymesh diperdagangkan di Rp528,57 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan Boundless diperdagangkan di Rp675,01 (kapitalisasi pasar Rp211,68M, volume 24 jam Rp66,66M). Perbedaan utamanya: Polymesh jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar Boundless, dan suplai beredar Polymesh 1,1B POLYX dibanding 313,8M ZKC milik Boundless. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan Boundless selama 14 Hari.
| POLYX | ZKC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp211,68M |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp66,66M |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 313,8M ZKC |
Typical Hold Time | 20 Hari | 14 Hari |
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →Boundless adalah protokol universal yang dirancang untuk menghadirkan teknologi zero-knowledge (ZK) ke setiap blockchain. Protokol ini memungkinkan node prover independen untuk menghasilkan ZK proof bagi blockchain Layer 1, aplikasi, rollup, dan infrastruktur di berbagai jaringan. Dengan memindahkan komputasi ke jaringan Boundless dan melakukan verifikasi proof di on-chain, Boundless memberikan lapisan konsisten untuk skalabilitas dan interoperabilitas tanpa perlu mengubah jaringan yang sudah ada.
Selengkapnya di halaman ZKC →