Perbedaan Polymesh dan Plasma: Polymesh diperdagangkan di Rp655,56 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.655 (kapitalisasi pasar Rp4,27T, volume 24 jam Rp1,2T). Perbedaan utamanya: Plasma jauh lebih besar — sekitar 6,1× kapitalisasi pasar Polymesh, dan suplai beredar Polymesh 1,1B POLYX dibanding 2,6B XPL milik Plasma. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan Plasma selama 25 Hari.
| POLYX | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp4,27T |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp1,2T |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 2,6B XPL |
Typical Hold Time | 20 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →