Perbedaan Polymesh dan eCash: Polymesh diperdagangkan di Rp535,77 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan eCash diperdagangkan di Rp0,1164 (kapitalisasi pasar Rp2,33T, volume 24 jam Rp69,42M). Perbedaan utamanya: eCash jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar Polymesh, dan suplai eCash dibatasi (20,1T / 21T XEC (96%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan eCash selama 116 Hari.
| POLYX | XEC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp2,33T |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp69,42M |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 20,1T / 21T XEC (96%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 116 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →ECash (XEC) adalah versi baru dari Bitcoin Cash ABC (BCHA), yang merupakan cabang dari Bitcoin (BTC) dan Bitcoin Cash (BCH). XEC menyebut dirinya sebagai "cryptocurrency yang dirancang untuk digunakan sebagai uang elektronik." ECash secara spesifik bertujuan untuk menjadi sarana transaksi yang digunakan untuk membayar barang dan jasa.
Selengkapnya di halaman XEC →