Perbedaan Polymesh dan Tether Gold: Polymesh diperdagangkan di Rp655,56 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan Tether Gold diperdagangkan di Rp73.174.627 (kapitalisasi pasar Rp44,72T, volume 24 jam Rp2,39T). Perbedaan utamanya: Tether Gold jauh lebih besar — sekitar 63,9× kapitalisasi pasar Polymesh, dan suplai beredar Polymesh 1,1B POLYX dibanding 612,8K XAUT milik Tether Gold. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan Tether Gold selama 37 Hari.
| POLYX | XAUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp44,72T |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp2,39T |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 612,8K XAUT |
Typical Hold Time | 20 Hari | 37 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →Tether Gold adalah stablecoin yang mewakili kepemilikan satu troy ons emas murni dalam bentuk emas batangan fisik yang memenuhi standar Good Delivery dari London Bullion Market Association (LBMA), dengan rasio 1:1. Tether Gold memberikan akses kepemilikan emas fisik melalui stablecoin, sekaligus menghilangkan kelemahan umum seperti biaya penyimpanan tinggi dan akses yang terbatas.
Selengkapnya di halaman XAUT →