Perbedaan Polymesh dan USDC: Polymesh diperdagangkan di Rp655,51 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan USDC diperdagangkan di Rp18.072 (kapitalisasi pasar Rp1.320,86T, volume 24 jam Rp175,8T). Perbedaan utamanya: USDC jauh lebih besar — sekitar 1888,3× kapitalisasi pasar Polymesh, dan suplai beredar Polymesh 1,1B POLYX dibanding 73,2B USDC milik USDC. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan USDC selama 61 Hari.
| POLYX | USDC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp1.320,86T |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp175,8T |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 73,2B USDC |
Typical Hold Time | 20 Hari | 61 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →USD Coin adalah stablecoin yang dipatok ke dolar AS dengan basis 1:1. Stablecoin ini awalnya diluncurkan secara terbatas pada September 2018. Sederhananya, mantra USD Coin adalah 'uang digital untuk era digital' — dan stablecoin dirancang untuk dunia di mana transaksi tanpa uang tunai menjadi lebih umum. USD Coin bertujuan untuk mengungguli para pesaing dalam beberapa cara. Salah satunya melalui transparansi dan jaminan bahwa pengguna akan dapat menarik 1 USDC dan menerima $1 sebagai imbalan tanpa masalah.
Selengkapnya di halaman USDC →