Perbedaan Polymesh dan Turtle: Polymesh diperdagangkan di Rp541,23 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp778,8 (kapitalisasi pasar Rp122,64M, volume 24 jam Rp17,85M). Perbedaan utamanya: Polymesh jauh lebih besar — sekitar 5,7× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai Turtle dibatasi (154,7M / 1B TURTLE (16%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| POLYX | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp122,64M |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp17,85M |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 12 Hari |
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →