Perbedaan Polymesh dan Telcoin: Polymesh diperdagangkan di Rp655,63 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan Telcoin diperdagangkan di Rp37,52 (kapitalisasi pasar Rp3,59T, volume 24 jam Rp19,13M). Perbedaan utamanya: Telcoin jauh lebih besar — sekitar 5,1× kapitalisasi pasar Polymesh, dan suplai Telcoin dibatasi (96,1B / 100B TEL (97%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan Telcoin selama 11 Hari.
| POLYX | TEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp3,59T |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp19,13M |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 96,1B / 100B TEL (97%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →Telcoin, diluncurkan pada 2017 dan dikelola oleh Telcoin Association, adalah fintech yang beroperasi di 171 negara. Menggabungkan blockchain, telekomunikasi, dan perbankan digital untuk menyediakan layanan keuangan terjangkau. Dompet Telcoin mendukung lebih dari 100 aset digital dan memfasilitasi pengiriman uang global. Telcoin diatur sebagai Virtual Asset Service Provider di UE dan Argentina, Major Payment Institution di Singapura, dan Money Services Business di beberapa negara.
Selengkapnya di halaman TEL →