Perbedaan Polymesh dan Spell Token: Polymesh diperdagangkan di Rp535,88 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan Spell Token diperdagangkan di Rp1,39 (kapitalisasi pasar Rp270,2M, volume 24 jam Rp23,38M). Perbedaan utamanya: Polymesh jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Spell Token, dan suplai beredar Polymesh 1,1B POLYX dibanding 195,2B SPELL milik Spell Token. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan Spell Token selama 44 Hari.
| POLYX | SPELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp270,2M |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp23,38M |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 195,2B SPELL |
Typical Hold Time | 20 Hari | 44 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →Spell Token adalah token reward yang diasosiasikan dengan abracadabra.money, sebuah platform pendanaan yang menggunakan interest-bearing tokens (ibTKNs) sebagai kolateral untuk meminjam stablecoin USD yaitu Magic Internet Money (MIM). Token SPELL bisa di-farming dengan menyediakan likuiditas pada salah satu dari beragam pool. SPELL juga bisa digunakan untuk staking dan token tersebut bisa memperoleh bagian dari biaya platform (bunga, biaya pinjaman, dan 10% dari biaya likuidasi untuk pasar tertentu), yang digabungkan secara otomatis.
Selengkapnya di halaman SPELL →