Perbedaan Polymesh dan Suilend: Polymesh diperdagangkan di Rp541,13 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan Suilend diperdagangkan di Rp882,28 (kapitalisasi pasar Rp65,02M, volume 24 jam Rp1,62M). Perbedaan utamanya: Polymesh jauh lebih besar — sekitar 10,8× kapitalisasi pasar Suilend, dan suplai Suilend dibatasi (70,6M / 100M SEND (71%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan Suilend selama 14 Hari.
| POLYX | SEND | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp65,02M |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp1,62M |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 70,6M / 100M SEND (71%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 14 Hari |
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →Sejak diluncurkan pada bulan Maret, Suilend telah menjadi salah satu platform DeFi utama di Sui. Kini Suilend berkembang dengan Sui DeFi Suite—lending, LST, swap, dan AMM—untuk membangun superapp DeFi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SEND →